Ngobrol Asik 2018, Resensi

Resensi: Black(Ruth Priscila Angelina)

Identitas Buku

Judul: Black

Penulis: Ruth Priscila Angelina

Penerbit: PT Grasindo Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2017

No. ISBN: 978-602-03-4603-8

Tebal Halaman: 304 Halaman

Untuk musim dingin yang hangat, yang selalu mengingatkanku bahwa selalu ada alasan untuk merasa bahagia. Meski beberapa di antaranya hanya ilusi.

Inka adalah gadis yang sangat suka berpakaian serba hitam, dia mengambil sekolah ke Oxford hanya untuk meningggalkan masalah tentang penghianatan yang dilakukan mamanya, dan papanya yang pergi meninggalkannya.

KekuranganBersama Sigi, dia pergi ke Inggris. Bertemu dengan Ella yang menjadi teman satu kamarnya. Namun siapa sangka ketika Inka mengikuti klub pecinta Harry potter, dia justru bertemu dengan Chesta tetangga masa kecil yang ia hindari.

Pertemuan berlanjut, Chesta melamar Inka demi wasiat mamanya dan memutuskan kekasihnya. Inka menerima dengan syarat yang diajukan, menjadi warga Inggris, punya rumah, dan meninggalkan masalah keluarganya. Tapi siapa sangka, bersama Chesta membuat Inka merasa marah dan juga bahagia. Inka merasa jatuh cinta lagi.

Akan tetapi, apakah menerima lamaran itu memberikan kehidupan yang Inka mau? atau memang dia harus menerima kenyataan bahwa luka memang tidak bisa disembuhkan. Bahwa Chesta mungkin tidak akan pernah membalas perasaannya, bahwa cinta takkan mungkin menyelamatkan dirinya.

“...Tapi aku bisa mengisap ratusan batang rokok dalam semalam bersamanya, meneguk berbotol-botol tequila, dan memberikannya Alka-Seltzer di pagi hari. Aku akan menemaninya hancur.”


Novel yang cukup menarik, dilihat dari cover sepasang sepatu hitam dan judul yang juga artinya hitam. Sangat cocok dengan cerita yang ada di dalamnya.

Novel ini juga punya alur yang sangat mengalir, sampai-sampai aku tidak ingin menghentikannya sebelum cerita ini habis dibaca. Interaksi dengan tokoh-tokoh lain pun seakan mendukung. Apalagi penggunaan pov satu yang seolah-olah membuatku menjadi Inka.

Karakter favoritku di novel ini adalah Chesta. Si dingin, yang punya sikap bossy. Endingnya pun menarik.

Kekurangan: Mungkin aku merasa cerita di sini latarnya tidak terlalu ditonjolkan. Hanya sekilas saja.

“Mungkin justru karena itu. Karena tahu pada ujungnya akan merasa sakit, beberapa orang memilih mencicipi kebahagiaan lebih dulu.”

Kesimpulan: Aku sangat menyukai novel ini dan merekomendasikan untuk kamu yang sedang berjuang menyembuhkan kesedihan, mungkin novel ini akan membantumu menemukan jawaban. Percayalah, akan ada secercah harapan bagi kita bahwa suatu saat nanti akan ada yang mau menyelamatkan dari keterpurukan.

4/5 bintang untuk kisah sebagus ini.

Terima kasih telah membaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s