Resensi

# Resensi 6: Forgive to forget

Identitas Buku:

Judul: Forgive To Forget

Penulis: Daisy Ann

Editor: Cicilia Prima

Tebal Halaman: 280 Halaman

Tahun Terbit: 2015

Penerbit: PT Gramedia Widiasarana Indonesia

Apa cinta mampu memaksamu berdamai dengan masa lalu?

“If God can take away something you never imagined losing, then God can replace it by something you never imagined owning.”

Ada kenangan yang tak menyenangkan.

Bagi Gio, Surabaya memberinya kenangan yang menyedihkan. Ada kenangan tentang ibundanya, juga kenangan enam tahun lalu tentang seseorang yang kehilangan nyawa tepat di depan matanya. Namun pekerjaan memaksa lelaki itu untuk kembali ke kota kelahirannya.

Bagi Clarissa, kenangan terakhirnya tentang Glenn selalu membuatnya terpuruk. Perempuan itu menenggelamkan dirinya dalam lautan pekerjaan, melupakan urusan hatinya sendiri. Gio seolah membantunya dengan tumpukan pekerjaan yang tidak ada habisnya. Namun seringkali, kenangan pahit tak semudah itu dilupakan, terutama ketika hati terasa sulit memaafkan. Mana yang lebih berat?
Memaafkan orang lain atau memaafkan diri sendiri? Hidup Gio dan Clarissa berbenturan pada satu malam. Pernah merasakan rasanya hampir mati sekaligus melihat kematian orang lain di hadapannya, membuat sikap Gio berubah. Satu sama lain, keduanya belajar memahami, bahwa beban tak selalu bisa diukur dari beratnya, namun juga berapa lama kenangan menyakitkan itu harus dibawa.

“Because sometimes the matter is how long you can take it.”

Aku membaca novel ini karena Ayu merekomendasikan lewat pesan singkat di whatshap. Ya, karena penasaran dengan gambaran yang dia berikan. Akhirnya, aku mencari di ijak.

Memang benar, meskipun tema bos yang akhirnya jatuh cinta sama asistennya udah banyak berkeliaran. Tapi entah kenapa, berbeda dengan novel yang ini. Aku malah jatuh cinta dan tidak mau berhenti. Sampai-sampai aku terbawa suasana, senyum-senyum tidak jelas bahkan terharu ketika membacanya.

Konfliknya terselesaikan dengan baik. Latar kota Surabaya pun seolah-olah hidup. Entah kenapa, aku seperti sedang menyaksikan san mengikuti mereka makan roti bakar dan ngomongin mantan. Haha…

Intinya aku suka novel ini. Memaafkan untuk melupakan. Setidaknya penulis punya cara sendiri untuk memberi amanat dalam cerita yang ditulis.

5 bintang untuk kisah Clarissa dan Gio.

Terima kasih telah membaca.

3 tanggapan untuk “# Resensi 6: Forgive to forget”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s