Celoteh

Sebungkus Coklat, Penebar Derita

Enggan rasanya aku bangkit dari ranjang yang berpasangan dengan busa yang sangat tipis. Aku masih betah bersembunyi di balik selimut tebal, meringkuk sempurna seperti seorang bayi. Tubuhku benar-benar menggigil, satu selimut tidak bisa menghangatkan badan ini. Musim dingin di Taiwan adalah hal yang sangatku benci. Suara siulan burung di atas dahan, hingar bingar kendaraan yang… Continue reading Sebungkus Coklat, Penebar Derita