Celoteh

Sebuah Penantian

Setia. Aku masih selalu setia menunggumu dan berharap tentang dirimu. Dengan segenap doa yang aku lontarkan setiap malamnya. Aku tidak pernah merasa lelah.

Hujan kembali turun, di ikuti oleh embusan angin sang malam yang membuat daun-daun ikut bergoyang. Di sertai dengan gemuruh petir dari langit. Membuat rindu ini semakin ku rasa kuat.

Hanya namamu yang selalu ku sebut di setiap doa panjangku. Tak banyak yang aku pinta kepada sang maha pencipta.

Ah, aku hanya menginginkan sebuah kepastian yang akan menjadi sebuah jalan. Kisah ku yang selama ini mampu aku pendam. Seorang diri, tanpa seorangpun yang tau tentang ini. Termasuk kamu, lelaki yang ku maksud.

Aku memperhatikanmu setiap saat, mengagumimu setiap waktu. Bahkan, aku selalu siap mendukungmu kapanpun.

Menjadi pendengar setiamu. Hanya saja, kamu tak pernah sadari kehadiranku. Kamu hanya anggap aku sebagai seorang kawan. Tidak lebih. Memang miris. Tetapi, itulah kenyataan yang terjadi.

Seribu penghalang tak mempengaruhi apapun untuk tetap mencintaimu dalam diam. Karena, aku percaya. Sang pembolak balik hati, akan selalu mendengarkan doa yang aku panjatkan setiap malamnya.

Sampai pada akhirnya aku hanya menunggumu dalam penantian panjang. Semoga saja, ada jawaban dari semua doaku.

๐ŸPenantian๐Ÿ

11 November 2017

Satu tanggapan untuk “Sebuah Penantian”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s